"Marcel, mana Erly?" tanya Andra dengan nada tinggi khawatir. Belum juga Marcel mendekat dan sampai di mobil, Andra sudah memberondongnya dengan pertanyaan mengenai keberadaan putrinya. Bosnya itu menyerang dirinya dengan tatapan galak. "Kaira membawanya ke kantor," jawabnya santai. "Siapa yang mengijinkan dia membawa putriku pergi?" Posesif Andra kumat lagi. "Hanya ke kantor, Andra. Bukan ke mall atau pergi ke Australia. Jangan terlalu khawatir! Lebay!" sahut Marcel. Pletak! Sebuah dokumen yang tergulung di tangan Andra berhasil mendarat tepat di atas kepala Marcel dengan sedikit kuat. "Bicara jangan pakai dengkul! Gunakan akal sehatmu!" bentak Andra semakin kesal. Marcel nyengir mendapat bantahan dari Andra. Sepanjang perjalanan tiga orang di dalam mobil hany

