"Hust, diam dan berpura-puralah!" bisik Ara meminta Andra diam. Entah angin apa yang telah bertiup, Andra yang tadinya marah dan kesal karena ulah Ara menjadi penurut. Kini dia tau apa yang terjadi di balik sikap gadis itu. "Selamat Tuan Andra!" Sebuah suara yang tidak asing bagi Andra terdengar menyapanya. Ya, suara itu sama sekali tidak asing di telinganya. Morzo. Pria yang haus akan harta dan kehormatan itu berjalan mendekati mereka dan memberi ucapan selamat atas kemenangannya. "Tuan Morzo," balas Andra. Setelah yakin Andra mengerti dan menyadari situasi yang terjadi, Ara melepaskan tangannya dan menjauh dari tubuh Andra. Dia kembali berdiri di samping Andra dan menjadi gadis pendiam. "Apakah gadis ini kekasih Anda, Tuan?" sapa Morzo lagi. Mata pria sangar

