"Seratus satu milyar!" teriak seseorang dengan suara nyaring dan sangat jelas terdengar. Hampir bersamaan dengan suara tawaran terakhir, terdengarlah lonceng tanda waktu habis. Jarak antara tawaran terakhir dengan lonceng hanya sepersekian detik. Seketika semua mata terperanjat. Semua bibir termangu. Semua leher membawa kepala mereka menoleh kearah suara yang nyaring. Seketika suara yang tadinya riuh berubah menjadi senyap. Bukan hanya mereka yang terperanjat dan langsung mengarahkan mata, bahkan sebagian besar tubuhnya menghadap pada seseorang yang mampu membuat mereka hilang kesadaran. Seperti ayam rasa yang terkejut oleh suara letusan balon, semua terdiam terpaku. Andra dan Marcel pun tidak kalah terkejutnya. Mungkin rasa terkejut kedua pria itu benar-benar menempati uruta

