Bab.68

1029 Kata

  "Iya, Tuan." Pemandu lelang mengarahkan matanya pada Andra. "Apakah anda mau melakukan penawaran?"   Seketika itu juga Andra langsung terdiam kaku. Tidak ada bagian tubuh yang bergerak. Sedikit pun tidak ada. Bahkan bisa dibilang napasnya saja sampai berhenti tak terdengar. Hanya bola matanya yang bergerak beredar pada setiap peserta yang ada di dalam gedung itu.   Bukan hanya Andra saja yang langsung nervous breakdown. Ara pun merasa salah tingkah dan tidak kalah gugupnya. Dia merasa bersalah pada Andra karena sudah membuat Andra kesal sehingga semua orang memusatkan perhatian padanya.   Setelah bola matanya puas berkelana, akhirnya bola penuh dengan binar kesal dan malu itu kembali pada Ara. Pandangan mereka akhirnya kembali beradu.   Dalam manik mata gadis itu menyatakan bahwa dir

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN