Bab.76

1016 Kata

  "Kenapa, Daddy?"   Bukan hanya Erly yang bertanya kenapa Andra mencegahnya, tapi juga Ara.   Andra menahan tangan Erly ketika putrinya itu mengajaknya mendekati sebuah kursi taman.   Bukannya menjawab pertanyaan putrinya, pria yang tangannya masih tergandeng oleh putrinya itu malah melamun. Tatapannya kosong ke arah kursi panjang. Andra melamun dengan mata hampir tidak berkedip. Nanar matanya terlihat menyimpan sejuta luka dari masa lalu.   Melihat Andra terdiam dan melamun, Ara berjongkok menyetarakan tinggi tubuhnya dengan Erly. Tangan dengan jemari lentik kurus itu mengusap dan mendekap wajah imut gadis cilik itu.   "Sayang, memangnya ada apa di sana?"   Ara penasaran kenapa Erly mengajaknya ke sana. Setelah mereka tiba, tempat pertama yang ditunjuk Erly adalah kursi taman yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN