Lelah pikiran Andra hilang sudah ketika melihat senyum dari bibir mungil putrinya. Hari yang melelahkan terobati dengan keceriaan Erly. Sepulang dari taman, pria dengan satu putri itu memenuhi janjinya. Sebelum sampai rumah, Andra membawa Erly dan Ara ke sebuah kini market hanya untuk membeli ice cream yang telah dijanjikannya. Lagi-lagi senyum mengembnag dari bibir Erly setelah menggenggam beberapa bungkus ice cream di kedua tangannya. "Sayang, sebaiknya sebagian ice creamnya di simpen di kulkas ya, biar tidak meleleh!" ucap Ara setelah mereka sampai rumah. "Iya, Mom. Mommy mau?" Erly menyodorkan satu ice cream pada Ara. "Mommy mau rasa vanila saja," tawar Ara. Dengan cepat Erly mengambil ice cream rasa vanila sesuai dengan permintaan Ara. Tidak lupa bocah kecil itu

