"Kamu dulu!" ucap Ara mengalah. "Kamu saja!" sahut Andra juga ikut mengalah. "Kamu saja, aku tidak begitu penting," ucap Ara memalingkan tatapannya. "Ladies first," sahut Andra lagi. "Baiklah," pasrah Ara. Ara mengaitkan kedua tangannya dengan jemari saling bertaut di depan. Gadis itu tampak sedikit gugup dan mencoba menutupinya. "Aku mau buat teh, apa kamu mau aku buatkan kopi?" Ara mengalihkan matanke arah lain sebentar dan kembali lagi pada Andra. Andra tidak langsung menjawabnya. Pria itu memiringkan wajah dengan mata sedikit menyipit memberi tatapan samar pada Ara. "Kenapa? Tidak mau?" Ara membalas ekspresi Andra dengan sedikit menyimpulkan bila pria itu tidak mau. "Kalau begitu, aku pergi dulu," lanjut Ara. Dia memutar tubuhnya hendak pergi ke dapur. "Ara

