"Kalau tidak bisa membelinya tidak usah! Biasa saja wajahmu itu! Sungguh menjijikkan" decih Ara kesal melihat ekspresi Andra ketika mendengar harga set perhiasan yang dia pilih. "Ini bukan masalah harga," balas Andra tidak kalah kesalnya. "Lalu?" Ara menatapnya jengah bercampur rasa ingin tau. "Ini ... ah, sudahlah!" Andra melambaikan tangan di antara wajahnya sendiri dengan wajah Ara agar gadis itu mengakhiri pertanyaannya dan tidak lagi membahas hal itu. Pria itu kembali menoleh pada pelayan toko. "Pakai ini!" Andra menyodorkan sebuah kartu gold yang baru dia tarik dari dompetnya. Pelayan toko itu mengambil kartunya dan berjalan menuju alat pembayaran. "Kalau bukan masalah harga, lalu apa? Jangan bilang kamu akan memotong upahku setiap bulannya!" Ternyata Ara

