Ara yang terkejut dengan bentakan Andra, langsung terdiam dan beku. Gadis yang tadi galak dan konyol tiba-tiba saja menjadi seorang pendiam tanpa kata. Bahkan sikap tubuhnya pun sama sekali tidak bergerak. Andra tidak perlu ijin dan tidak membutuhkan hal itu dari Ara. Pria yang sudah menahan rasa kesal hingga ke ubun-ubun itu pun merapatkan bibirnya sendiri. Hanya tangannya saja yang bergerak dengan diikuti dua bola mata seirama dengan gerakan tangannya. Andra mengambil cincin dari kotak perhiasan dan meraih jemari Ara. "Sini!" ucapnya menarik jemari Ara untuk lebih dekat padanya. "Pakai begini saja lama sekali," omelnya. Sembari mengomel, tangan pria itu dengan santainya memasukkan jemari manis Ara pada lingkaran cincin bertahtakan batu permata merah delima yang cantik dan m

