Bab.88

947 Kata

  "Menarik," jawab Ara refleks dan spontan.   Gadis itu terlihat gugup dan langsung menutupnya.   "Baguslah kalau menarik. Karena kamu sudah membacanya, itu berarti kamu sudah mempelajarinya. Maka nanti saat berhadapan dengan pemimpin perusahaan itu kamu yang harus menjelaskannya!" ucap Andra dengan santainya.   Pria itu berkata seolah tidak mempunyai beban sekali.   "Aku?" Ara mengernyitkan kedua alisnya dengan wajah masuk.   "Ya, kenapa? Bukankah kamu sudah membacanya semua? Aku rasa kamu bukan gadis yang bodoh."   "Aku, aku tidak membacanya," jawab Ara menghindari rasa gugupnya. "Aku hanya melihatnya sekilas saja. Aku hanya penasaran apa isi dokumen orang-orang kaya dan berkelas sepertimu," elak Ara membela diri.   "Kenapa? Apa yang membuatmu penasaran?" desak Andra.   "Tidak ad

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN