Pletak! "Auw!" Ara berteriak terkejut ketika merasakan sebuah benda menghantam kepalanya. Tidak keras dan kuat memang, tapi hal itu mampu membuatnya terkejut setengah mati. Ara yang sedang melamun memikirkan Andra yang tidak pernah membawa kekasihnya itu tiba-tiba terkejut karena Andra memukul kepalanya dengan sendok. "Aku pria normal, Ara. Aku punya kekasih, tidak sepertimu," celoteh Andra melakukan protes dan memberi penjelasan tentang dirinya. Andra yang susah payah menahan rasa sakit itu ke luar dari kamar mandi dengan langkah sedikit ngangkang. Rasa sakit pada juniornya masih terasa, tapi dia tetap harus ke luar dari kamar mandi. Maksud hati ingin membalas Ara, tapi malah bertambah kesal karena mendengar perkataan Ara yang asal-asalan. Setelah menjitak kepala Ara, pri

