Bab.98

1000 Kata

  Tadi ribut dan saling berdebat, kini ruang perawatan itu menjadi hening dan sepi. Baik Andra maupun Ara sama-sama diam dengan pikirannya masing-masing. Hanya saja Ara sudah tidak menangis lagi. Tangisnya telah berhenti entah sejak kapan. Yang jelas dua orang itu kini duduk terdiam tanpa sepatah kata pun.   Ara duduk bersandar pada bantal yang ditinggikan. Gadis itu tertunduk sembari mengamati selang infus yang tersalur pada pembuluh vena yang tertutup oleh plester. Jemarinya bergerak halus memainkan kuku-kukunya yang bersih. Sesekali jemari itu mengusap lengannya tepat di atas abochat tertancap di bawah kulitnya.   Sedangkan Andra. Pria itu telah kembali duduk di sofa dengan mata tidak henti memperhatikan Ara. Dia duduk dengan kaki terbuka, jelas saja. Junior masih menyisakan rasa saki

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN