setelah melepas rindu dengan clarista dan intan, sekarang aku berdiri di depan rumah yang baru saja diberi andi padaku untuk kutempati. hatiku seperti remuk redam, air mata baru saja berhenti membasahi wajahku. sepertinya kebahagiaan itu masih jauh sehingga susah untuk digapai. dengan berat hati, aku mengeluarkan kunci cadangan dari tasku, membuka pintu rumah dengan hati hati agar tidak mengganggu istirahat bi ijah. setelah masuk, menutup pintu lalu melangkahkan kaki menuju kamar. saat pintu kamar kubuka, tiba tiba ada yang memelukku dari belakang, dari hangatnya pelukan itu dan deru nafasnya, aku tau dia andiku, lelaki yang membuatku nyaman berada didekatnya "cinta, jangan tinggalkan mas" itulah kata kata pertama yang diucapkannya air matakupun mengalir lagi "ternyata maksud mas ke

