Dalam kereta. dimas mencoba bercerita tentang pengalamannya dalam menangani kasus di madiun tanpa bertanya kenapa aku pergi. aku tersenyum saat dia bercerita lucu. aku melihat senyum indahnya. beruntung sekali wanita yang mendapatkanmu dimas, batinku setelah sampai di stasiun madiun, "aku antar ya?" ujar dimas sambil melihat jam tangannya "terima kasih, saya bisa naik angkutan umum karena tujuan saya kearah ponorogo nanti mas telat ke persidangan" kataku sambil menarik koperku "tak apa lagi pula hari ini sangat banyak sidang, kemungkinan giliran kami sore" lalu mendekati teman yang menjemputnya. "terima kasih mas, ini sudah dihubungi saudara saya kalau dia sedang di perjalanan kemari menjemput saya" aku berbohong karena aku takut dia akan mengetahui kemana aku akan pergi sedikit ti

