“Nadi Pulang...” Salam Nadi, masuk ke dalam rumah tanpa melepas sepatu, membuat Mama yang melihatnya dari ruang tamu langsung dibuat naik darah oleh Nadi. “Kamu udah pulang, Kak—Nadira! Udah berapa kali Mama bilang copot sepatunya di luar! Itu sepatu kamu kan dari mana-mana, mana tahu kamu tadi nginjek apa aja di jalan. Nggak kasihan apa sama Mama yang udah capek ngurus kalian, ngurus rumah seharian, ngurus ini, ngurus itu.” Dan bla bla lain yang keluar dari mulut Mama panjang lebar. Demi kelancaran dan kesehatan telinganya hari ini, dengan langkah berat Nadi kembali ke pintu depan dan membuka sepatunya, menyisakan kaos kaki yang masih melekat menutupi seluruh telapak kaki. Nadi kembali masuk sambil menyeret langkahnya, dengan sengaja menghilangkan jejak-jejak sepatu yang tadi mengotori

