Tok... tok... tok... Suara pintu kaca balkon kamar Nadi terdengar diketuk, dengan malas Nadi yang sedang termenung di meja belajarnya melangkah menuju balkon kamarnya. Nadi hapal betul siapa yang melakukan hal itu malam-malam begini. “Kak El belum tidur?” Noel tersenyum memamerkan deretan gigi putihnya sebagai jawaban saat Nadi membuka pintu kaca itu, menarik Nadi keluar untuk duduk di sofa putih yang ada di balkon. Noel tidak mengatakan apa pun sampai dia menyodorkan segelas s**u coklat panas untuk gadis yang duduk di sampingnya, dan memegang satu gelas lainnya untuk dirinya sendiri. “Dari mana nih?” Tanya Nadi curiga, rasa-rasanya tadi Noel tidak membawa apa-apa. “Dari rumah gue lah… masa iya nyolong di rumah lo, manggil lo aja gue ketuk pintu dulu.” Cibir Noel menanggapi pertanyaan

