34. Tiga Puluh Empat

1317 Kata

“Jadi, tujuan Eyang pulang ke sini buat jemput lo tinggal di Jerman?” Tanya Noel kembali memastikan, setelah mendengar cerita gadis di hadapannya. Nadi mengangguk lesu. Saat ini keduanya sudah ada di halaman belakang sekolah, duduk di bangku panjang tempat Noel mengobati Nadi tempo hari. “Dulu kan Varo udah pernah ikut Eyang, sekarang giliran gue yang nemenin Eyang di sana.” “Ini sama sekali nggak lucu, Di.“ Ucap Noel tidak suka. Nadi melirik Noel dengan kening berkerut. “Siapa yang lagi ngelucu sih, Kak? Gue serius...” Noel diam, tiba-tiba menjadi sangat diam sebelum pemuda itu kemudian mendekat ke arah Nadi dan memeluk Nadi erat. Noel menenggelamkan wajahnya pundak gadis itu, lantas bergumam lirih. “Jangan pergi.” “Hm?” “Gue bilang jangan pergi. Nanti yang gue gangguin tiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN