36. Tiga Puluh Enam

1481 Kata

“Bentar Kak Zil, ini bukan—” Suara Varo terhenti karena isyarat dari Nadi yang menahan adiknya itu untuk bicara. “Belum cukup kejadian di SD dulu? Lo masih kecil tapi hampir celakain orang dengan sikap barbar lo persis kayak gini! Harusnya lo mikir! Masih punya otak kan lo? Kenapa semuanya harus lo selesaiin pakai kekerasan sih?” Cerca Zillo lagi. Noel yang tidak tahan dengan ucapan kasar Zillo melepaskan pelukannya dari Aran, pemuda itu hendak menghampiri Zillo dan memberinya pelajaran namun langkahnya sudah lebih dulu didahului Aran yang berlari menghampiri kakaknya. Zillo yang baru sadar ada Aran di sana memandang adiknya terkejut. Zillo tak tahu yang ada dalam dekapan Noel sejak tadi adalah Aran, adik sematawayangnya. “Kamu ngapain di sini?” “Kakak tuh yang kenapa? Kenapa Kakak mal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN