“Jadi kalian ke sini sebenernya buat kasih aku undangan resepsi pernikahan kalian… atau bulan madu?!” Cibir Nadi melihat Aran yang sudah menempel menyadarkan kepalanya di pundak Noel. Aran terkekeh, menegakan kepalanya mengedarkan pandangan ke sekitar. Saat ini ketiganya sudah berada di sebuah taman terdekat dari kediaman Nadi, menikmati udara pagi yang juga dinikmati warga sekitar dengan berkumpul bersama keluarga di taman. Pandangan Aran kembali pada Nadi yang masih menuntut jawab dengan tatapannya yang tajam. “Sekalianlah Kak Di… kan sambil menyelam minum-minum.” Tawa Aran yang dibalas Nadi dengan dengusan, sementara Noel hanya tersenyum melihat interaksi kedua wanita di dekatnya itu. “Mabok kamu kalau sambil minum-minum mah!” Cibir Nadi. “Udah kok, mabok karena cintanya Kak El…” Ta

