41. Empat Puluh Satu

1330 Kata

Few years later... “Biarkan Nadira pergi, lepaskan dia... Persiapkan diri kamu, yakinkan perasaan kamu. Saat tiba waktunya, dan kamu sudah siap bertanggung jawab atas Nadira, yakin perasaan kamu cuma untuknya, maka kalau waktu itu tiba... Datanglah bersama orang tua kamu, dengan tangan terbuka, kalau saat itu perasaan Nadi masih sama, Om nggak akan bilang apa-apa lagi. Silakan jadikan putri Om teman hidup kamu, jadikan Nadi pendampingmu seumur hidup.” Jefan memberi jeda, melihat reaksi Zillo yang terluka. Tapi dia masih meneruskan kalimatnya. “Bukannya Om nggak percaya Nadi ataupun kamu Zillo. Bukan. Om rasa kalian berdua sudah cukup dewasa untuk tahu mana perasaan main-main dan mana perasaan sesungguhnya. Tapi tetap, kalian butuh waktu untuk memikirkan semuanya, apakah setelah perpisah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN