Arik dipanggil oleh ibunya, Selina Hartono ke mansion utama kediaman orang tuanya setelah Selina tahu sang putra telah kembali ke Jakarta. “Apa status mama sekarang sudah bukan ibu kamu lagi, Arik? Perlu waktu untuk mengangkat telepon dari mama ya?” sindir Selina saat Arik memasuki ruangan khusus untuk menjamu tamu minum teh. “Hai, ma.” Arik pura-pura tidak mendengar. Pria itu menghampiri ibunya lalu mencium pipi Selina. “Don’t ‘hai’ me, you supposed to call me,” kata Selina merasa masih kecewa karena putranya sulit dihubungi. “Mama pernah menelepon Ibu Negara dan beliau lebih mudah dihubungi daripada anak mama sendiri.” “Maaf, ma,” jawab Arik dengan serius. “Apa yang kamu lakukan di Busan sebenarnya, Arik?” “Melakukan apa yang harus aku lakukan.” “Menemui Dila?” Tebakkan Selina H

