BAB 78

1027 Kata

Arik menelepon orang yang ia bayar untuk mengamati Dila di Busan. Dan laporan orang itu membuat Arik menghela napas. “Beliau tampak bahagia, tuan. Suaminya sering mengajak berjala-jalan di taman, saat sore.” Arik tidak bisa menerima kenyataan itu. Bisa-bisanya Dila menari di atas penderitaan Arik. Dengan segera Arik menutup telepon dan tak lupa berterima kasih kepada orang kepercayaannya itu. Arik melirik jam di pergelengan tangannya, waktu menunjukkan pukul delapan. Sudah satu jam Arik meninggalkan Dara dan sengaja membiarkan gadis itu untuk minum. Arik sehenarnya tidak terlalu menyukai aIkohol, namun menururnya itu cukup untuk membuat lupa—sementara. Lagi pula Arik yakin Dara sering melakukannya jika sedang stress. Mengapa Arik repot-repot membawa Dara ke J’Land dibanding membiark

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN