BAB 58

649 Kata

Dara tidak ingat bagaimana ia tertidur semalam, yang pasti sedetik ia membuka matanya, Dara melihat Dila. Semula ia berpikir berhalusinasi dan masih bermimpi, namun suara Dila yang menyapanya menyadarkan Dara bahwa ini nyata. “Ponsel kamu mati ya, Dara?” Dara mencoba duduk sembari mengumpulkan kesadaran. Ia pikir akan ada rasa sakit yang menjalar di kakinya, namun Dara tidak merasakan itu. Dara menyibakkqn selimut terlebih dahulu untuk melihat keadaan kakinya sebelum menjawab pertanyaan Dila. “Kakak yang perban kaki aku?” Dara menatap kakaknya penuh dengan keyakinan. Dila menyadari kaki adiknya terbalut perban putih. “Kaki kamu kenapa Dara? Dan kakak nggak perbanin kaki kamu.” “Nggak kenapa-napa,” balas Dara tak ingin membuat kakaknya khawatir. Namun, kalau bukan Dila yang merawat l

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN