“Apa yang mau kamu katakan?” tanya Arik kepada Raefal Kim yang datang pagi-pagi sekali ke hotel tempatnya menginap. ”Biarkan saya mengembalikan jam tangan Anda, Arik,” kata Raefal. ”Kamu punya 3 milyar?” Tidak, Raefal tidak punya uang sebanyak itu. Raefal menggeleng. “Belum.” ”Jangan mengatakan apa yang tidak bisa kamu lakukan, Raefal.” ”Tapi hutang saya bukan urusan kamu, Arik.” Raefal menghela napas. “Kalau kamu ingin pamer di depan Dila bahwa kamu memiliki materi yang lebih baik dari pada aku, itu kekanakan sekali.” ”Pamer?” Kening Arik mengerut. “Tanpa pamer pun Dila tahu itu kenyataannya. Dan aku memberikan jam tangan kepada orang itu karena aku takut mereka menyakiti Dila. Aku nggak membantu kamu, Raefal. Aku menjaga Dila dengan caraku.” Menjaga Dila dengan caraku. Rasanya

