Jika kamu diberi pilihan untuk lebih mempercayai kalimat yang ke luar dari mulut orang yang sudah kamu kenal sangat lama dibanding kalimat yang diucapkan oleh orang yang baru kamu temui hari itu, pasti untuk sesaar kamu akan mempertimbangkan untuk mengambil hal yang mudah; lebih mempercayai orang yang sudah kamu kenal sejak lama meski orang itu tidak mendapatkan kepercayaan sepenuhnya darimu. Tapi kamu mengenalnya, tahu bagaimana sifatnya—meski itu pun mungkin bukan beneran, sama-sama menipu. Sama-sama masih abu-abu, lalu tak ada salahnya untuk mempercayai ucapan orang baru. Arik sudah hidup selama tiga puluh lima tahun, ia banyak mendengar kebohongan dari orang-orang yang memang membutuhkannya; entah itu untuk naik jabatan, atau sekadar memperdayai manusia lain seolah mereka tidak lebih

