CHAPTER TUJUH PULH ENAM

2293 Kata

Ibam berdiri di rooftop kantornya. Seperti biasa, tempat itu selalu sepi saat pagi. Ibam menghela napas panjang. Mencoba meredakan semua perasaan yang terasa ingin meledak dari dadanya. Angin pagi itu menerbangkan rambut pria itu yang beum tersentuh gel. Ibam menatap rentetan gedung di depannya. Matahari mulai naik dan terasa menghangatkan tubuhnya. Pikirannya melayang pada kejadian pagi tadi. Di mana ia masuk ke kamar tamu dan tak melihat istrinya di ruangan itu. Matanya menangkap laptop yang terbuka di atas nakas yang langsung mencuri perhatiannya. Langkah kaki membawanya mendekati ranjang dan duduk di tepinya. Kedua tangannya mengambil komputer jinjing itu dan melihat view laut yang menjadi backgroundnya. Ia mengklik ikon microsoft word dan melihat recent document. Sebuah dokumen de

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN