Vanya melangkah menuju tepi lapangan badminton indoor dan duduk di sebelah Pipit yang sudah menepi lebih dulu. Gadis itu mengatur napasnya yang terengah-engah. Pipit mengulurkan satu botol air mineral ukuran sedang pada Vanya yang langsung menerimanya. Vanya memutar mulut botol hingga penutup itu terbuka. Ia menyesap isi botol dengan pelan. Matanya menatap ke lapangan badminton. Ia menatap Ari dan Ibam yang sedang sibuk menggerakkan raket untuk menangkis kok. Di sebelahnya Fery dan Riski melakukan hal serupa. Beberapa karyawan lain berjejer di sebelahnya. “Kenapa nggak ajak Mas Tyo, Mbak?” tanya Vanya sambil menoleh pada Pipit yang tengah fokus pada ponselnya. “Dya lagi di gym sama Ivi.” jawab wanita itu. “Oh.” Hanya kata itu yang keluar

