CHAPTER ENAM PULUH ENAM

2964 Kata

Ivi menyandarkan punggungnya di belakang pintu kamar mandi. Air mata sudah menggenang di pelupuk matanya. Tubuhnya merosot ke lantai. Ia memeluk lututnya sendiri. Ia sama sekali tak mengerti kenapa ia melakukan itu. Ivi tahu sikap impulsifnya menyakiti suaminya dan ia menyesal. Ia seharusnya tak melakukan itu. Ia seharusnya bisa menjaga hubungan dengan suaminya selama dugaan perselingkuhan itu belum bisa ia buktikan sendiri. Suara ketukan di pintu membuanya terkejut. Ia berdiri lalu menarik napas panjang. “Kamu baik-baik aja?” suara Ibam terdengar dari luar kamar mandi. “Iya…” Ivi menjawab. Tak ada suara balasan dari luar. Ivi melucuti semua pakainnya lalu mendekati shower. Sebelah tangannya membuka kran hingga air dari pancuran turun membasahi kepala hingga kakinya. Wanita itu men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN