“Vi, ngopi, yuk, di tempat Natalie. Gue yang teraktir.” Suara itu terdengar sesaat setelah pintu ruangan Ivi terbuka. Ivi menengadah dan melihat Tyo berjalan mendekatinya hingga akhirnya duduk di depannya. “Percuma lo traktir, orang gue juga pesannya air mineral doang.” Jawab Ivi. Tyo terkekeh sambil mengangguk. Lupa meski ia dan Ivi menghabiskan banyak waktu di kedai kopi, wanita itu hanya akan minum air mineral. “Yaudah, gue traktir air mineral satu kardus.” Kata Tyo, membuat Ivi berdecak. “Lo beneran udah jadian sama Pipit?” tanya Ivi. Kali ini ia menghentikan gerakan jari tangannya di atas papan ketik lalu menatap pria di depannya baik-baik. Tyo tersenyum. Gesture yang sudah cukup membuat Ivi tahu apa jawabannya. “

