Jam dua belas lewat sepuluh menit Ibam sampai di kantor istrinya. Ia menyapa resepsionis yang sudah sangat dikenalnya. Ia meminta tolong pada gadis yang hari itu memakai kemeja berwarna merah muda dengan rambut terurai itu untuk memberitahu Ivi bahwa ia sudah ada di lobi. Gadis itu mengangguk sambil tersenyum ke arahnya. Deretan gigi putihnya terlihat di balik senyum lebarnya. Ibam melihat sebelah tangan gadis itu mengambil gagang telepon dan mendekatkannya ke salah satu telinga sementara tangan satunya menekan tombol di perangkat itu dan tak lama gadis itu terlihat berbicara dengan seseorang di seberang sambungan. Ibam memindai sekeliling. Beberapa orang terlihat duduk di sofa-sofa yang disediakan di lantai itu. Security gedung masih berjaga di balik pintu. Tangannya akan dengan sigap

