CHAPTER ENAM PULUH SEMBILAN

1874 Kata

Ibam menepati janjinya. Ia sampai di kantor istrinya kurang dari jam enam sore. Langit masih terlihat memerah saat ia turun dari mobil dan berjalan mendekati pintu kantor wanita itu. Ia masuk dan terkejut melihat Ivi sudah duduk di lobi. Tasnya ada di sebelahnya. Tatapan wanita itu terfokus pada benda pipih di sebelah tangannya. Ada beberapa orang juga yang duduk di sofa yang ada di lobi. Si resepsionis sedang sibuk mengangkat telepon dan menyambungkannya. Wanita itu mendongak saat melihat Ibam berdiri di depannya. Ia tersenyum lalu berdiri. “Udah rapi?” tanya Ibam. “Udah.” jawab Ivi. Ia mengambil tas yang ia taruh di sampingnya dan beriringan bersama suaminya keluar dari dari kantor. “Mau makan dulu?” tanya Ibam saat ia membukakan pintu penumpang untuk istrinya yang langsung menggel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN