Natalie menatap pantulannya di cermin. Ia baru selesai membubuhkan cushion di wajahnya setelah merapikan bentuk alisnya. Matanya lalu menatap kotak-kotak berisi berbagai merk warna pemulas bibir. Ia menatapnya sebentar lalu mengambil satu. Ia menjatuhkan pilihan pada lipcream berwarna merah bata yang tampak kontras dengan warna kulitnya. Ia mengulaskan tipis-tipis lalu mengatup-ngatupkan bibirnya agar rata. Setelah itu, ia menyisir rambutnya. Ia menggulung rambutnya ke atas dan menjepitnya dengan jepitan berwarna cokelat. Setelah merasa puas dengan make up tipis di wajahnya, ia berdiri dan memasukkan beberapa barang pribadinya ke dalam tas lalu keluar dari kamarnya. Ia berjalan menuju ruang tamu lalu membuka laci di ruangan itu untuk mengambil kunci mobilnya dari dalam sana. Ia masuk

