CHAPTER TIGA PULUH EMPAT

1993 Kata

Ari melirik jam tangannya dan terkejut melihat jam menunjukkan pukul sembilan lewat. Matanya lalu beralih pada Vanya yang masih duduk di sebelahnya. Gadis itu memejamkan matanya dengan tangan yang masih memegang mouse.            “Van…” panggil Ari pelan. Gadis itu tersentak dan kaget. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya karena tak sadar jika sudah memejamkan matanya. “pulang, yuk, udah jam sembilan lewat. Lanjutin besok aja.” kata Ari.            Vanya melirik jam. Ia akhirnya mengangguk lalu mulai membereskan barang-barang di mejanya, begitu juga dengan Ari. Keduanya keluar dari ruangan dan menyadari bahwa sudah tidak ada orang diluar ruangan mereka.            Vanya dan Ari beriringan menuju lantai dasar dan melihat security yang berjaga.            “Gue nebeng sampai halte, ya, R

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN