Vanya kembali ke ruangannya dan langsung menjatuhkan dirinya di kursi. Ia menaruh dokumen yang ia pegang ke atas mejanya. “Mas Fery mana?” tanya Ari saat melihat hanya Vanya yang masuk ke ruangan itu padahal mereka berdua menghadiri meeting yang sama. “Masih di ruang meeting. Dia minta gue siapin dan cek dokumen kasus buat besok.” Kata Vanya lalu menghela napas berat. “Yaudah sini gue bantuin. Kerjaan gue udah rapi.” Ari menawarkan bantuan. “Beneran?” Vanya meyakinkan. Ari mengangguk. Keduanya memulai pekerjaan mereka meski jam sudah menunjukkan pukul enam lewat. Vanya mulai mencari data melalui komputer, lalu Ari mencari fisik dokumennya di dalam lemari besar yang ada di ruangan itu. Jam menunjukkan pukul sembila

