“Lho kenapa, Mas?” tanya Vanya say Ibam masuk ke dalam ruangan. Ia terkejut melihat kemeja bagian perut pria itu terlihat kotor karena noda entah apa. “Iya… ketumpahan kopi tadi.” jawab Ibam. Ia mendekati mejanya lalu menaruh paper bag berisi kue yang baru saja ia beli lalu membuka kancing kemejanya satu persatu dan menanggalakan kemeja kotor itu. Ia membiarkan tubuhnya hanya berbalut kaos putih dalam kemeja. Ia menyampirkan kemeja kotornya di sandaran kursi lalu duduk di kursinya. Ia menatap jam. Ia masih punya waktu setengah jam sebelum akhirnya pulang cepat hari ini. Ia sudah menghubungi tetangganya untuk menawarkan voucher makan yang dimaksud Ivi dan pria itu tampak senang dan dengan senang hati menerimanya. Pria itu semakin berterima kasih saat Ibam dan Ivi b

