bab 1. sekolah
kegiatan pagi setiap harinya yang dilakukan dengan semangat, tak ada waktu untuk mengeluh dan bersedih. pagi hari selalu bangun jam 4.30 wib setelah bangun segera bergegas menuju pancuran yang jaraknya kurang lebih 2 kilometer dari rumah, dengan ember berisi piring kotor bekas makan bersama tadi malam,Tia menjungjung ember diatas kepala untuk dibawa dan dicuci di pancuran, sepulang dari pancuran di ember harus juga diisi air untuk persediaan air untuk masak . Tia menjunjung diatas kepala tanpa terlihat kesulitan, Tia melenggang berjalan seolah - olah tidak ada beban. Dirumah saudaranya yang lain ada yang masak dan membersihkan rumah, semua tugas ini mereka lakukan secara bergiliran dengan saudara yang lainnya. Tia bersaudara 9 orang, semuanya sudah memiliki tugas masing-masing setiap harinya. jam sudah menunjukkan pukul 6.00 wib tidak ada lagi waktu harus segera bergegas berangkat sekolah supaya tidak terlambat. jarak sekolah kerumah 7 kilometer yang harus ditempuh setiap harinya dengan sedikit berlari,namun jarak tidak menyurutkan semangat untuk mencapai cita-cita . Tia adalah anak yang yang rajin dan selalu ceria,tiada hari yang dilewatkan tanpa senyum, Tia selalu tersenyum walaupun untuk anak seumuran Tia seharusnya masih bermain , namun Tia sudah menanggung beban hidup yang sangat berat demi tercapainya cita-cita untuk merubah hidup yang lebih layak. sekolah dasar dapat diselesaikan dengan baik, Tia segera mendaftar ke jenjang SMP, bersyukurnya Tia diterima di salah satu SMP daerah dekat desanya . Tia selalu semangat bersekolah,disekolah Tia memiliki banyak teman,Tia bukanlah anak yang feminim dipikirannya hanya bagaiman dia dapat menyelesaikan sekolah dengan baik dan nilai yang baik juga, karena hanya nilai yang baik yang bisa membuat Tia bangga. Tia anak yang manis dan ramah, guru- guru disekolahnya cukup senang dengan Tia,dia mengikuti seluruh kegiatan ekstra kurikuler disekolah. saat pertandingan tari diadakan di pestipal rondang bintang Tia salah satu anak yang mewakili sekolah dari seni tari dan olah raga galah. Dengan berlatih dengan giat akhirnya grup sekolah Tia dapat meraih juara 2 dari tari dan juara 1 dari olah raga galah, cukup membanggakan Tia pun ikut senang karena selain juara team mereka juga akan mendapatkan uang saku. Tia cukup senang karena uang saku yang dia dapatkan cukup besar bagi dia karena selama sekolah Tia tidak pernah mendapatkan uang jajan dari orangtuanya seperti teman-teman sebayanya. seringkali saat istirahat sekolah anak-anak yang lain berada di kantin sedang Tia hanya duduk dikelas atau berjalan-jalan di taman sekolah yang ditanami bunga-bunga yang sangat indah dan tertata.
sepulang sekolah Tia segera mengganti seragam sekolah dan bergegas makan siang dengan lauk seadanya,tidak ada waktu untuk mengeluhkan keadaan ,semua diterima dengan sangat bersyukur ,makan siang sudah selesai dan dilanjutkan harus membantu orang tuanya ke ladang . ini dilakukannya setiap hari, karena membantu orang tua ke ladang adalah cara untuk membantu mendapatkan biaya sekolah ,karena itulah waktu belajar dan mengerjakan tugas adalah malam hari setelah selesai makan malam, tidak jarang tugas dikerjakan dengan terkantuk-kantuk,terkadang juga tugas dikerjakan disekolah karena malam hari mata dan penerangan tidak bersahabat.
hari Sabtu dan Minggu adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh Tia,dimana hari Sabtu dan minggu lah ada sedikit waktu buat Tia dapat bermain dengan teman-teman sebayanya, namun terkadang tidak ada waktu untuk bermain karena harus membantu orang tua ke ladang . hari Minggu Tia sangat senang karena hari Minggu tidak pernah dia lewatkan tanpa ke gereja, Tia sangat rajin mengikuti sekolah Minggu yang diadakan di salah satu gereja kecil di kampungnya,Tia bernyanyi dengan sangat gembira dan persembahan selalu dia berikan semua,padahal bisa aja dia membelikan permen atau apa yang dia suka dengan uang persembahan namun itu dia tidak lakukan karena Tia dan saudara-saudaranya adalah anak yang taat terhadap orang tua mereka. sepulang dari sekolah Minggu Tia pergi bermain sebentar, dia tidak pernah lupa waktu, setelah bermain segera bergegas pulang untuk melakukan pekerjaan rumah dan mempersiapkan perlengkapan sekolahnya, sebab besok pagi tidak ada waktu untuk mempersiapkan peralatan sekolah semua selalu disiapkan malam harinya.