Lingua

1150 Kata
Lingua adalah gadis manis berketurunan campuran Jawa Chinese. Ayahnya seorang chinese dan ibunya Jawa Timur dengan logat khasnya. Ia adalah anak tunggal. Jadi wajar saja jika semua keinginannya gampang terpenuhi. Kehidupan orang tuanya sangat sederhana. Wajah Lingua sangat cantik dan manis karena keturunan campuran. Bocah ini juga tidak pemalu dan mudah bergaul dengan siapa saja. Di kampung ia selalu jadi pusat perhatian karena memang sebenarnya Lingua seorang anak yang kurang perhatian dari orang tuanya. Mereka tampak sibuk dengan dunianya. Sang ayah adalah seorang mekanik handal. Dia membuka jasa servis mesin di rumahnya yang memiliki kebun yang cukup luas di belakang rumahnya. Sementara sang Mama Lingua adalah seorang wirausaha dengan dagangan yang sama dengan ibunya Juna, yaitu jualan nasi kuning. Posisi warungnya lebih strategis yaitu di depan jalan utama di pinggir jalan raya. Saat pagi ia berjualan nasi dan ketika di rumah ia membuka warung kecil kecilan di depan rumah. Otak bisnisnya Mama memang sangat tokcer jika menyangkut soal cuan. Karena kesibukan itulah Lingua kadang luput dari kasih sayang yang seharusnya ia dapatkan. Semua keinginan yang mudah ia dapat bukanlah jaminan untuk ia bahagia. Justru dengan berteman dengan enam sekawan membuat hidupnya bisa berwarna. Awalnya Lingua berteman dengan teman sebayanya yang kebetulan juga bocah perempuan, yaitu adiknya Juna. Sering mereka saling mengunjungi saat bermain permainan perempuan seperti monopoli atau boneka bonekaan. Kadang Lingua juga mudah membaur bersama anak anak cowok untuk bermain bareng. Jika bocah perempuan pada umumnya tidak mau bermain bersama dengan bocah cowok, maka Lingua sebaliknya. Ia justru merasa senang bermain bersama cowok. Meski tak bisa di pungkiri ia takkan bisa menyaingi tenaga cowok dengan permainannya yang menjurus ke tenaga atau kekerasan ketimbang kelembutan. Semua bocah cowok saat itu, Yuyung, Alex, Cecep, Peyok dan Romadi justru semakin senang  dengan kehadiran Lingua di  tengah tengah mereka. Tapi tidak dengan Juna, ia justru merasa risih dengan kehadiran seorang cewek di tengah keasikan mereka bermain. Juna sebenarnya mengerti dengan maksud Lingua untuk membaur dengan genknya. Tidak lain ingin selalu berada di dekat Juna, makanya ia enggan jika ada Lingua, meski itu tak pernah ia lihatkan ketidaksukaannya. Meski wajahnya yang cantik tidak membuat Juna menyukai gadis itu. Ia merasa canggung karena gadis itu teman adiknya bermain. Tapi teman teman yang lain tidak ada yang mengetahui jika Lingua ada hati dengan Juna. Yang mereka suka Lingua mau saja ngumpul dengan mereka meski tau semuanya cowok. Lingua memang gadis yang periang. Tingkah lakunya bisa membuat orang orang di sekitarnya merasa senang dengan kehadirannya. Kadang kekurangannya yang suka mengatakan sesuatu yang tinggi levelnya membuat teman teman hanya mengernyitkan dahi kala mendengarnya. Mungkin karena ia memerlukan perhatian yang tidak ia dapatkan dari kedua orang tuanya. Sekolahnya satu kawasan dengan Alex dan Peyok sewaktu SD, tapi ia berbeda 2 tahun di bawah mereka. Meski ada darah chinese ia tidak begitu terlihat berasal dari keturunan itu. Malah dominan jawa mengikuti mamanya yang berasal dari Kota Surabaya. Kadang jika sedang bosan bermain dengan teman sebayanya yang cewek ia mendatangi markas enam sekawan di rumah Alex. Lingua anaknya mudah menyatu dengan teman baru maupun yang lama, baik itu cewek ataupun cowok. Ia tidak pernah merasa canggung dengan keadaan sekitarnya. Senyumnya yang manis membuat ia cukup jadi perhatian beberapa cowok yang diam diam menyukainya. Tapi dari sekian yang modus dengannya hanya satu orang yang membuat ia jatuh hati sejak kecil, yaitu Juna. Tetangga yang sok cool saat bertemu tapi sangat humble dengan setiap orang. Ia tak pernah mengungkapkan perasaannya pada cowok itu. Tapi berbagai cara ia tunjukkan jika sangat cara dengan cowok itu. Semua teman temannya sudah tahu dengan gelagat yang di tunjukkan oleh Lingua yang begitu care dengan Juna di bandingkan dengan temannya yang lain. Ia tetap tak peduli hal itu. Bisa berada di dekat Juna saja ia sudah sangat senang meski cowok itu sebenarnya juga tahu dan enggan merespon balik. Cinta yang bertepuk sebelah tangan tidak merubah perasaannya hingga ke tingkat sekolah menengah atas. Semakin besar Lingua semakin cantik juga gadis tersebut. Ia sudah tumbuh menjadi remaja yang sangat cantik dan manis. Sekolahnya ia pilih sama dengan Yuyung yang kebetulan mereka juga satu angkatan. Karena kurangnya kasih sayang dari kedua orang tuanya, Lingua kadang memiliki kepribadian ganda. Meski sebenarnya ia berusaha menyembunyikan hal itu tapi tidak bisa dengan Juna yang diam diam sebenarnya juga mengamati gadis itu meski sebenarnya ia tidak memiliki hati sedikitpun dengan gadis tersebut. Juna sebenarnya hanya iba dengan kehidupan Lingua yang berpura pura bahagia di depan teman temannya. Juna sedikit tahu dengan kehidupan Lingua karena letak rumahnya yang sangat dekat. Hampir setiap malam kala ia melewati rumah itu, ia mendengar jeritan memilukan yang aneh yang berasal dari rumah gadis itu meski Juna tak yakin jika jeritan itu berasal dari Lingua. Kedua orang tua Lingua sebenarnya tidaklah begitu dekat dengan tetangga sekitar rumahnya. Hanya saat moment tertentu mereka sangat baik. Kelakuannya juga tidak ada yang aneh aneh. Semua tampak normal hingga cobaan buat Lingua datang juga hari itu. Tanpa sebab yang jelas kedua orang tuanya harus pisah rumah. Sang Papa yang sebenarnya sangat menyayangi Lingua pergi meninggalkan rumah yang sebelumnya di awali perselisihan dengan Mama Lingua yang juga berwatak keras. Perpisahan kedua orang tua Lingua membuat perubahan besar pada diri seorang Lingua. Ia yang dulunya periang tiba tiba berubah drastic menjadi anak yang sedikit introvert saat duduk di bangku sekolah tingkat atas. Lingkungan pertemanan di sekolah sedikit banyak ikut mempengaruhi perubahan itu, terutama gaya hidup di kalangan atas. Lingua yang sebenarnya tidak memiliki level itu memaksa untuk  mengimbangi teman temannya agar mendapat pengakuan tanp melihat kondisi ekonomi orang tuanya yang hanya mengandalkan dagangan makanan yang hasilnya tidaklah seberapa. Di kampung ia juga tidak lagi begitu dekat dengan teman teman sebayanya seperti dulu. Apalagi setelah bosan tak mendapat respon dari cowok yang ia taksir yaitu Juna. Dengan teman cewek yang sekampung juga ia tidak sedekat seperti dulu. Kelabilan seusia remaja di tambah dengan trauma dan kondisi keluarga yang broken home semakin melengkapi derita seorang Lingua. Ia lebih banyak jadi anak yang pendiam. Lingua juga sudah mulai mengenal dunia pacaran. Sayangnya cowok yang ia pilih bukan dari cowok yang seusianya atau yang berasal dari sekolahnya. Melainkan seorang cowok pengangguran yang memiliki pekerjaan illegal yaitu pengedar obat obatan terlarang yaitu n*****a. Mengenal cowok itu Lingua kehidupannya semakin terjerumus ke lembah hitam. Ia yang awalnya hanya sekedar mengikuti tren, mulai mencoba barang barang haram tersebut. Semula ia mendapatkan secara Cuma Cuma alias gratis. Namun berubah menjadi seorang pecandu yang membuat ia selalu ketagihan. Lingua yang dulu cantik perlahan semakin berubah drastic saat ia memasuki masa akhir di sekolahnya. Saat itu ia sudah di kelas 3 SMA Katolik dan sudah mulai mendekati ujian akhir. Sekolah juga ia sering membolos dari pada hadir saat jam sekolah. Hampir tiap hari Mama Lingua mendapat teguran dari pihak sekolah karena tingkah laku Lingua yang sudah menjurus ke negative. Sang Mama yang begitu sibuk mencari nafkah seorang diri, masih bisa memaklumi tingkah laku anaknya di sekolah. apalagi ia memahami kondisi psikologis anaknya yang sudah tumbuh menjadi dewasa.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN