WARISAN ISTRIKU (19) "Gimana, d**k sidangnya? Lancar?" tanya Laras yang menunggu Dicky di depan kantor lelaki itu saat lelaki itu tiba. Dicky mengangguk singkat lalu berjalan cepat mendahului Laras masuk ke dalam ruang kerjanya. "Kamu yakin sudah jujur sama saya, Ras?" tanya lelaki itu tiba-tiba. Laras mengernyitkan keningnya. Tak mengerti maksud pertanyaan Dicky. "Maksud kamu?" "Ada yang kamu sembunyikan dari saya." Dicky menatapnya tajam. "Tadi, saya bicara sama Danu dan dia cerita soal uang pemberian orang tua yang kamu dapatkan yang jumlahnya tidak main-main. Sepuluh miliar rupiah, benar?" Laras mengangguk. "Benar, tapi masalahnya apa kamu bilang aku nggak jujur?" Laras bertanya bingung. "Uang sepuluh miliar itu bukan jumlah yang sedikit. Saya nggak ingin tahu dari mana, kamu

