WARISAN ISTRIKU (18) Danu melangkahkan kakinya menuju gedung pengadilan agama dengan langkah kaki lebar. Hatinya sudah tak sabar ingin segera bertemu dengan Laras. Sidang kali ini boleh saja perempuan itu hadir dan merasa di atas angin, pikirnya. Tapi tunggu saja setelah ini, Laras pasti tak akan berdaya di bawah ancamannya, ucap Danu penuh percaya diri pada dirinya sendiri. Laki-laki itu kemudian mendekati meja petugas pendaftaran lalu mengabsenkan diri di sana, menyatakan jika dirinya sudah datang menghadiri sidang. Setelah itu ia duduk di ruang tunggu dan mulai mengamati keadaan sekitar. Hmm ... sepertinya Laras belum datang. Di kolom nama penggugat, nama itu masih kosong, belum diisi. Ia pun kemudian meneruskan duduk menunggu hingga tiba-tiba sudut matanya menangkap kedatangan s

