Bagian 28 "Lin, nanti temui aku di kantor, ya. Aku udah siapin alasan biar kita bisa ketemuan." Bunyi pesan dari Mas Yudis. Dahiku mengernyit saat membaca pesannya tersebut. Bagaimana caraku menemuinya? Ah, Mas Yudis ada-ada saja. Aku kan, tidak bisa keluar rumah sembarangan. Kalaupun bisa, aku saja belum tahu seluk beluk kota Jakarta. Kantornya saja aku tidak tahu. "Lin, kok' cuma dibaca aja? Kenapa gak dibalas?" tulisnya lagi. "Aku bingung, Mas. Kenapa aku harus nemuin kamu? Sebaiknya jangan cari masalah deh, Mas." Jujur, aku memang suka jika Mas Yudis ribut dengan istrinya. Seperti kemarin malam mereka berdua bertengkar sampai-sampai Bu Kifayah harus datang menengahi. Entah apa yang sedang mereka ributkan. Namun, untuk sekarang aku tidak mau cari masalah dulu. Aku tidak mau menjadi

