Bagian 27 "Rahasiakan ini kepada siapapun, termasuk istri dan mertua saya. Anggap saja kamu tidak melihat apa-apa," ucap Mas Yudis kepada Pak satpam yang baru tiba. Pak satpam pun mengangguk dan tak berani membantah. Aduh, gara-gara pak satpam, Mas Yudis tidak jadi menjadi permintaanku tadi. "Linda, ayo kita ke dalam. Kamu harus segera berganti pakaian. Aku takut kamu sakit." Aku menurut. Ia menggenggam tanganku dan mengantarku sampai ke depan pintu kamar. "Segeralah ganti bajumu," ucapnya lagi. Aku dan Fatimah segera masuk ke dalam, sedangkan Mas Yudis menunggu di luar. "Mama, Mama enggak kenapa-kenapa, kan?" Putriku mendekat dan bertanya saat aku mengeringkan rambut. "Mama baik-baik aja, Sayang, Imah enggak usah khawatir, ya." "Lain kali kerjanya hati-hati ya, Ma, Imah engga

