Part 13

935 Kata
Waktu seakan berjalan dengan cepat dan tidak terasa lima tahun berlalu seperti halnya membalik selembar kertas namun tahun itu merupakan tahun yang sangat ditunggu-tunggu karena Aristia yang merupakan saru-satunnya keturunan kaisar akan memasuki usianya yang kelima dan tepat pada ulang tahun kelima Aristia itu adalah hari dimana Aristia akan secara resmi diperkenalkan sebagai satu-satunya penerus kekaisaran Diamond Agrea "Untuk acara besok, aku sangat tidak ingin ada lagi masalah" Kenzo duduk di kursi kebesarannya yang tidak lain adalah takhta menghadap para ksatria yang berlutut hormat didepannya "Tentu yang mulia." Serentak para kasatria itu mebjawab "Pangeran ke 7 kekaisaran Diamond Agrea telah tiba" Pemberitahuan dari luar pintu membuat orang orang didalam aula melirik sejenak tentu saja Kenzo adalah pengecualian "Salam yang mulia, semoga cahaya dan berkat dari yang mulia terus menaungi kekaisaran Diamond Agrea" Seorang pria muda masuk kedalam aula dan memberi penghormatannya pada Kenzo "Hmm" Kenzo hanya menanggapi dengan deheman singkat penghormatan yang diberikan padanya "Bagaimana perjalananmu? Kuharap mendapat kabar baik darimu" Kenzo menatap tajam kearah pria yang baru masuk kedalam aula tadi "Yang mulia dapat tenang karena saya tidak mungkin kembali dengan kekalahan" pria tadi tetap tidak bergeming walaupun Kenzo sudah mengeluarkan aura intimidasinya dan dengan santainya menanggapi pertanyaan Kenzo "Bagus. Besok malam adalah ulang tahun putri sekaligus perkenalan secara resminya diseluruh kekaisaran jadi untuk hari ini kembalilah keistanamu untuk beristirahat tapi ingat untuk datang keistana utama untuk bertemu putri saat makan malam" Kenzo jarang memuji orang lain tapi jika seseorang melakukan sesuai dengan apa yang diinginkannya maka Kenzo tidak akan tanggung-tanggung memberikan pujian bahkan hadiah "Baik yang mulia" Setelah itu pria muda itu berbalik untuk pergi "Yang mulia ketua pasukan sudah tiba jadi apakah aku harus segera menyerahakan pasukan kerajaan kepadanya?" Theo kembali membuka suaranya bertanya "Tidak perlu terburu-buru karena posisi kasatria pelindung tuan putri telah kosong selama lima tahun ini jadi Kai adalah kandidat paling cocok untuk mengisi posisi itu tapi tentu saja jika anak itu belum kembali dan juga jika putri ku setuju" Kenzo dengan santai menjawab pertanyaan Theo "Ah... Baik yang mulia" Theo cukup terkejut dengan kata kata Kenzo bagaimana tidak terkejut karena ketua pasukan yang diatas seratus ribu bawahan dan dibawah satu orang tiba tiba ditempatkan sebagai penjaga anak kecil jadi seberapa berharganya kah anak kecil itu tapi itu pun harus mendengar pendapat anak kecil itu juga "Kalian juga kembalilah" Kenzo langsung membubarkan para kasatrianya Tidak lama setelah semuanya bubar dan hanya Kenzo saja yang ada di aula itu, seorang gadis kecil dengan semangatnya berlari masuk menemui Kenzo "Ayah!!" Gadis kecil itu adalah satu satunya tuan putri diseluruh kekaisaran Dimond Agrea "Aristia bersikaplah layaknya seorang putri" Kenzo menatap tajam kearah Aristia yang berlari kearahnya "Ayah, aku ingin menjadi seorang kasatria bukan nona manja yang taunya bergantung pada prajuritnya saja dan lagi kalau pun aku tidak memiliki pelamar karena bersikap tidak seperti seorang putri, aku tinggal menikahi ayah ku yang tersayang inj" Aristia balik menatap mata Kenzo dan dengan percaya diri mengucapkan kata kata yang sangat polos bahkan dia menyempatkan diri untuk bermanja-manja dilengan kekar Kenzo Selama lima tahun terus berhadapan dengan tatapan dingin dan aura intimidasi dari Kenzo membuat Aristia tidak merasa takut lagi malah sebaliknya lebih percaya diri melakukan berbagai macam hal dan bertindak sesukanya karena dia tau Kenzo tidak mungkin membunuhnya "Dengan tubuh sekecil itu kamu berniat menjadi kasatria? Dengan tangan kecilmu itu bahkan untuk mengankat padang saja tidak mungkin dan lagi berhenti berpikir konyol untuk menikahi kaisar agung seperti ku" Kenzo dengan malas menyandarkan kepalanya ketangannya sambil menatap Aristia yang sudah duduk dipangkuannya "Huh ayah lihat saja nanti bahkan sebelum upacara kedewasaan ku berlangsung aku pasti bisa melampaui ayah lalu ayah akan menyesal sudah menolak ku" Aristia dengan kesal nemalingkan wajahnya kearah lain serta mengembungkan pipinya yang memang sudah tembem "Hahahahaha pertama kali... Untuk pertama kalinya aku mendengar lelucon selucu itu" Kenzo langsung tertawa terbahak bahak mendengar kata kata Aristia "Ck.. Ayah sungguh menyebalkan. Oh iya, Ayah ini sudah waktunya untuk tea time kita, aku juga sudah menyiapkan tea di taman depan istana ku jadi ayo kita pergi "..... Besok" "Apa yang ayah katakan?" Karena terlalu semangat, Aristia jadi tidak dapat mendengar dengan jelas apa yang Kenzo katakan "Apa yang kamu inginkan untuk menjadi hadiahmu besok" Kenzo dengan baik hati kembali mengulangi apa yanh dia katakan sebelumnya "Hadiah? Ayah sudah terlalu banyak memberikan ku hadiah, ulang tahun pertama ku ayah memberikan sebuah pulau di wilayah selatan dan istana emerald lalu ulang tahun kedua ku ayah membangun sebuah taman yang penuh mawar khusus untuk ku lalu ulang tahun ketiga juga ayah bahkan rela merombak istana Glassis menjadi perpustakaan pribadi ku dan memberikan ku tentara Ryu-Dan kemudian tahun kemarin ayah memberikan kunci gudang harta istana jadi tahun ini aku hanya ingin meminta agar ayah selalu bersama ku dan menemani ku selamanya, ayah akan mengabulkan permintaan kecil ini bukan?" Aristia menjabarkan semua hadiah berharga yang diberikan Kenzo selama empat kali ulang tahunnya jadi dia hanya meminta hal yang kekanak kanakan "Dasar kekanak kanakan" hanya itu tanggapan Kenzo setelah mendengar permintaan Aristia "Biarkan saja" Aristia tidak peduli dengan kata kata Kenzo dan hanya mengangkat bahu acuh "Huh ayah pasti sengaja mengalihkan topik karena tidak mau menemani ku minum teh" sekali lagi Aristia menunjukan ekspresi kesalnya Kenzo menatap sejenak pada Aristia dengan diam membuat ruangan menjadi hening beberapa saat "Uh... ayah berhenti menatap ku, aku tau bahwa wajah ku ini sangat cantik tapi tidak ada bunga yang tumbuh diwajah ku sampai ayah harus menatap selama itu" Tuk Kenzo mengetuk ringan kepala Aristia setelah mendengar kata-kata penuh percaya diri dari mulut mungilnya itu tapi pada akhirnya Kenzo beranjak dari tempatnya yang nyaman untuk memenuhi keinginan Aristia
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN