"ungg.."
Aristia kecil membuka matanya dan dengan bingung memandang sekeliling
'Tempat yang familiar ini.. ini kamarku saat menjadi Aristia, bukan? Jika ini nyata lalu Erika dan yang lainnya yang kulihat sebelum ini adalah ilusi... Tapi kenapa rasanya sangat nyata bahkan rasa sakitnya pun nyata?' Saat Aristia masih terus memikirkan kejadian yang sangat membingungkan yang terjadi padanya, tiba tiba saja.....
Brak
Pintu kamar Aristia terbuka secara paksa dari luar
"Yang mulia tolong tenangkan amarah anda, tuan putri.... Tuan putri pasti akan baik baik saja"
"Anak itu akan baik baik saja jika para manusia yang mengaku dirinya sebagi dokter melakukan tugasnya dengan benar"
"Yang mulia..."
'Ini suara bibi Luna dan ayah.. apa benar ini bukan mimpi? Jika ini mimpi apa bisa aku memilih terus berada disini?'
Karena terkejut pintu kamarnya dibuka paksa, Aristia kembali menutup matanya berpura pura tidur tapi karena suatu alasan tanpa terasa air matanya mengalir dari sudut matanya
"Cepat panggil para dokter itu, putri ku kesakitan! Cepat!!" Suara panik Kenzo memerintahkan siapa saja untuk dapat membawa dokter karena melihat air mata disudut mata Aristia dan yang ada saat itu hanya nyonya Luna jadi tentu saja nyonya Luna yang harus pergi
Sruuk
Seorang kaisar yang dijuluki 'kaisar gila dan seorang tirani' untuk pertama kalinya terduduk dilantai dengan lemah sambil menatap putri satu satunya yang tengah berbaring dengan mata tertutup diatas ranjang
'Ayah...'
Aristia membuka matanya dan melihat seorang pria yang selalu memasang wajah datar dan tatapan dingin mengitimidasi itu kini dengan lemah menundukan kepalanya dipinggiran ranjang bahkan bersedia untuk duduk dilantai
"P..pa..papa" dengan susah payah Aristia mencoba bersuara
Degh
Kenzo terkejut dan menegakan kepalanya melihat Aristia yang juga menatapnya sambil tersenyum
Greep
Tidak ada yang tau betapa lega dan senangnya Kenzo saat melihat mata yang telah tertutup selama dua bulan itu akhirnya terbuka kembali jadi secara tidak sadar, tubuh Kenzo bereaksi sendiri dan memeluk Aristia dengan erat
'Apa begini rasanya memiliki seorang ayah?'
Aristia kembali membasahi mata cantiknya dengan air mata tapi bukan lagi air mata karena sedih ataupun takut tapi karena sebuah perasaan haru karena bisa merasakan apa yang disebut cinta keluarga
"Uhuuuhuhhu.. Papa..huhu.. Tia..cayang papa...huhuhu" Aristia kembali menangis dalam pelukan Kenzo
"Dasar bodoh" dua kata yang diucapkan Kenzo memang sedikit tidak berperasaan tapi bukan lagi karena dia membenci Aristia tapi karena sejujurnya dia tidak tau caranya mengekspresikan perasaannya
Beberapa saat kemudian, Aristia kembali tertidur karena kelelahan menangis
Ceklek
"Yang mulia, dokter istana sudah disini" Setelah pintu terbuka, nyonya luna dengan hormat memberi laporan
Karena Kenzo kembali membaringkan Aristia, jadi nyonya Luna tidak dapat melihat adegan langka yang telah terjadi beberapa waktu sebelumnya
"Ekhem.. Periksa apa tuan putri sudah baik baik saja" Kenzo berdehem untuk kembali menyesuaikan suasana hatinya dan memasang kembali wajah pokernya
Nyonya Luna melihat kearah dokter istana sambil tersenyum lembut tapi bagi dokter itu rasanya senyuman itu adalah yang akan mengantarkannya ke neraka
Setelah beberapa saat berlalu, akhirnya dokter tadi mulai berbicara
"Ya..yang..yang mulia... Ekhem.. yang mulia..." Dengan suara bergetar, dokter itu berusaha berbicara tapi saat dia melihat kearah Kenzo yang juga menatapnya dengan tatapan yang seperti mengatakan 'Jika ingin kepalamu tetap ditempatnya, lakukan tugasmu dengan baik'
"Tuan putri baik baik saja beliau hanya tertidur!" Setelah melihat tatapan Kenzo yang sangat mengintimidasi itu, Dokter kerajaan yang malang itu langsung tanpa sadar meneriaki Kenzo
Hening........................
......................................
"Ekhem... Yang mulia sepertinya dokter istana sangat serius sehingga tanpa sadar beliau dengan lantang mengutarakan pendapatnya" Nyonya Luna yang pertama kali membuka suara untuk memecah suasana canggung diruangan itu
"Heh... Aku sendiri tau kalau putri ku baik baik saja jadi untuk apa sebenarnya ada dokter yang memberitahu.ku lagi fakta yang sudah jelas? Sepertinya memang benar ya jika para manusia yang menyebut diri mereka dokter harus dibasmi" Kenzo dengan sinis tertawa sambil memandang kearah dokter yang sekarang sudah berlutut sambil gemetaran
"Ampuni hamba yang mulia.... Tapi sungguh tuan putri akan baik baik saja dan... Dan beliau akan.. akan sadar beberapa hari lagi" Dokter itu dengan gemetar berusaha meminta ampun tapi sepertinya ada kata kata yang membuat wajah Kenzo menggelap lalu dengan sekejap mata
Crassss
Duk...duk..duk..
Kepala dokter malang itu menggelinding dilantai
"Pelayan cepat.. cepat bersihkan mayat ini dari kamar putri" nyonya Luna sangat syok dengan pemandangan berdarah dihadapannya saat ini
"Yang mulia tolong tenanglah, tuan putri pasti akan segera bangun..." Nyonya Luna berusaha untuk membuat Kenzo yang sedang marah bahkan mengeluarkan niat membunuh yang pekat untuk tenang
"Anak itu sudah bangun jadi aku hanya ingin membersihkan mulut sampah yang mengutuk putri ku" Kenzo melirik kearah Aristia yang masih tertidur lelap dengan lembut tapi saat melihat kearah mayat dokter tadi yang tengah dibereskan oleh para pelayan niat membunuh Kenzo kembali lagi
"Yang---Yang mulia--- Ap---apakah--- apakah itu benar? kalau--tuan---tuan--- Putri sudah bangun?" Mata nyonya luna berkaca kaca bahkan suaranya bergetar
"Ya" jawaban singkat dari Kenzo membuat air mata nyonya luna yang dengan susah payah ditahan tumpah kewajah cantik itu
"Huhuhu--- tuan putri--akhirnya anda bangun setelah dua bulan ini.." nyonya luna menatap Aristia yang tertidur lelap sambil terus menangis haru
"Ah... Iya cepat bereskan semua kekacauan ini, jangan sampai putri terbangun karena merasa tidak nyaman.." Saat nyonya Luna melihag ke para pelayan yang masih belum selesai mengerjakan tugas mereka, dan dengan tidak sabar menyuruh para pelayan untuk mempercepat penyelesaian tugas mereka
Saat pelayan sedang sibuk sibuknya untuk mengembalikan kamar elegan Aristia ke tampilan semula, suara ketukan pintu dari luar membuat semua yang ada didalam kamar melirik sekilas
Tok... Tok...
"Masuk" Kenzo mempersilahkan orang di balik pintu untuk masuk
Jesen membungkuk sebagai tanda penghormatan pada Kenzo kemudian menyampaikan laporannya
"Yang mulia, organisasi yang membayar para penculik tuan putri dua bulan lalu telah ditemukan dan hanya menunggu perintah dari yang mulia untuk menghukum mereka"
"Baiklah.." Kenzo menanggapi laporan Jesen tapi setelah diam beberapa saat, Kenzo berdiri dari tempatnya dan berjalan kearah pintu dan saat tiba didepan Jesen, Kenzo memberi perintah sambil tersenyum sinis
"Panggil mereka semua keruang kerjaku, aku ingin tau siapa serangga yang berani mengancam ku dengan anak kecil dan terutama anak yang ditugaskan untuk menjadi kasatria pelindung putri harus datang karena sepertinya dia harus menebus kesalahannya yang hampir membuat putri ku kehilangan nyawanya" Senyuman Sinis yang terpampang jelas diwajah Kenzo lalu tatapan dingin serta niat membunuhnya membuat Kenzo sangat menakutkan bahkan untuk kasatria seperti Jesen.