Part 4

1067 Kata
Ceklek "eh? Oh nyonya Luna syukurlah anda sudah kembali sebelum tuan putri bangun, aku akan sangat khawatir jika tuan putri bangun dan nyonya belum kembali karena nyonya tau bukan saya masih tidak mahir dalam mengurus tuan putri" Eva langsung berlari dengan semangat kesisi Luna dan terus mengoceh "shh. Jangan berisik nanti tuan putri bisa terbangun" Luna langsung saja menegur Eva ya walaupun Aristia kecil sudah terbangun saat Luna membuka pintu tadi "hehehehe.. Tapi nyonya perwakilan dari kerajaan Parzelion itu keluarga kerajaan atau..... " Eva terkekeh sebentar lalu mulai lagi jiwa gosipnya terbangun "katakan saja kamu ingin tahu tuan Forgas pujaan hatimu itu datang atau tidak, benar bukan?" Luna bukannya menjawab tapi malah mengalihkan topik dengan membahas pria yang disukai oleh Eva yang merupakan pengawal dari pangeran ke 14 negara Parzelion "kyaaaa...!! nyonya!! " Eva langsung tersipu malu dan refleks berteriak "shh" Luna memelototi Eva yang hanya dibalas dengan cengiran "uunng" Aristia yang sebelumnya berpura-pura tidur untuk mendengar gosip, memakai kesempatan itu untuk benar benar bangun Tuk "Lihatlah ulahmu itu membuat tuan putri terbangun" Luna mengetuk pelan kepala Eva sambil menegurnya yang seperti sebelumnya hanya dibalas kekehan gadis itu "Eva tolong ya minta pada pelayan diluar untuk membawakan tuan putri susunya" "baiklah nyonya" 3 menit kemudian---- "tuan putri waktunya makaa....an" Eva langsung saja berteriak heboh setelah membuka pintu kekamar Aristia tapi langsung saja menciutkan kembali suaranya karena--- 'Eva yang malang dia tidak tau kalau 'papa iblis' ada disini, tunggu dulu kalau dia 'papa iblis' berarti aku yang anaknya ini adalah iblis?' Batin Aristia menatap prihatin pada Eva tapi kemudian Aristia merasa ada yang salah dengan kata-katanya Ruangan yang cerah itu tiba tiba berubah dingin "yang mu.. mulia.. Maaf.. Ma.. Mafkan saya.. Saya.." Eva langsung saja berlutut meminta maaf dengan suara yang bergetar karena takut "Yang mulia tolong maafkan sikap pelayan saya" Luna menggeleng tidak berdaya melihat Eva tapi tetap saja dia mewakili Eva meminta maaf pada Kenzo "Sudahlah" satu kata yang memiliki dua makna yang membuat suasana semakin dan semakin menakutkan "oaaa... Oaaaaa"Karena kamu baik padaku gadis kecil jadi aku juga akan membantumu ' batin Aristia menatap prihatin pada pelayan kecilnya yang polos dan baik hati "tuan putri lapar ya, Eva mana makanannya? " seperti yang Aristia duga, baik Luna maupun Kenzo langsung mengalihkan pandangannya kearah Aristia dan melupakan masalah Eva Eva memberikan botol susu Aristia pada Luna dengan tangan yang gemetar 'Hidup ini sangat sulit tapi aku sudah menyelamatkan dua orang dalam waktu singkat. Tolong ingatlah aku jika suatu hari aku lebih dulu pergi dibandingkan kalian?' Aristia meratapi nasibnya yang sungguh tidak enak itu dalam hati Kenzo hanya duduk dengan pose cool sambil menatap tajam kearah Luna atau lebih tepatnya kearah Aristia yang berada dalam gendongan Luna 'ada masalah apa papa yang gil* itu terus menatapku?' "Bibi.." Mungkin setelah puas menatap, akhirnya Kenzo membuka suara tapi dia menghentikan kata katanya setelah satu kata dan setelah jeda yang sedikit lama akhirnya Kenzo melanjutkan apa yang ingin dia katakan "aku akan pergi kewilayah Pracilus, di utara Agrea dan aku butuh setidaknya tiga bulan untuk perjalanan pergi dan kembali lalu aku juga belum memutuskan siapa yang akan jadi kasatria pelindung anak itu jadi sementara ini Eden, persembahan perang dari wilayah timur Diamond Agrea akan menjadi kasatria pelindungnya" Kenzo berbicara tanpa emosi sedikit pun bahkan ada kedinginan diujung matanya "yang mulia maaf atas kelancangan saya tapi saya sangat tidak setuju jika anak yang bernama Eden itu menjadi kasatria pelindung tuan putri. Dia adalah anak dari Duke Bellian yang dikirim kesini sebagai budak tapi anda.. kenapa dengan baik hatinya anda memberinya tugas sebagai seorang kasatria bahkan menempatkan dia di sisi putri. Sekarang walaupun namanya dihapus dari daftar keluarga Bellian tapi dia tetaplah Eden Bellian seorang putra kedua keluarga Duke Bellian" Luna membantah dengan alasan yang cukup logis Eden atau sebelumnya dikenal sebagai kasatria bulan perak termuda diwilayah Bellian, Eden Bellian tapi pada akhirnya dijual ke kekaisaran Diamond Agrea setelah wilayah Bellian jatuh ketangan Kenzo sang kaisar tirani sebagai pertukaran kekuasaan ayahnya. Jadi secara garis besar agar tuan Bellian masih menjadi pemimpin diwilayah timur Diamond Agrea, dia rela mengorbankan Eden yang saat itu baru berusia 12 tahun dan menunjuk Aiden yang merupakan kakak sekaligus kembaran Eden untuk menjadi penerus kepemimpinan keluarga Bellian walaupun status keluarga Bellian diturunkan menjadi Count. Awalnya tuan Bellian ingin menjadikan Eden sebagai mata mata untuk masuk keistana utama kekekaisaran Diamond Agrea tapi dia tidak menyangkan baru tiga bulan setelah Eden tiba diibukota, Eden benar benar tunduk pada Kenzo dan hanya Kenzo yang tau apa yang dia lakukan untuk dapat menaklukan anak polos seperti Eden. "Kai belum kembali dari penaklukan wilayah Atlantis di selatan, Brian Dallas juga sedang menangani pemberontakan diwilayah timur, lalu Theo Baruch sedang kembali kekeluarganya ditimur untuk menghadiri pernikahan adiknya, Heson dan Jesen Lucius mereka mengintai perbatasan utara. Jadi menurut bibi siapa lagi yang pantas menjadi kasatria pelindung anak itu? Dan lagi jika dia mati ditangan kasatria yang seharusnya melindunginya itu berarti dia tidak pantas untuk hidup didunia yang kejam ini?" untuk pertama kalinya, Kenzo dengan sedikit kesabaran memberi penjelasan " Baiklah. Yang mulia memiliki wawasan yang luas hanya saya yang terlalu bodoh untuk memahaminya" Luna sebenarnya tidak rela tapi dia juga tau bahwa penjelasan panjang dari Kenzo telah menjadi batasannya dalam kesabaran dan Luna sangat pintar untuk tidak memprovokasi Kenzo 'wooow.. Ternyata 'papa ku yang gil*' ini sedikit baik bukan?' Aristia takjub dan juga sedikit tidak percaya dengan apa yang dilihat dan didengarnya hari ini "Hmm" Kenzo berdehem singkat dan berdiri dari tempatnya lalu melangkah pergi Dan walaupun sudah sepersekian detik Kenzo menghilang dibalik pintu, suasana didalam kamar Aristia masih saja sunyi sepi "tuan putri tenang saja aku akan memastikan jika anak itu berani untuk membahayakan keselamatan anda maka aku akan dengan sepenuh hati melindungi anda. Sungguh aku akan menukarkan hidupku untuk keselamatan anda karena bagiku anda adalah anakku, tuan putriku yang berharga" tubuh Luna gemetar saat dia memeluk erat Aristia bahkan air mata sebening kristal membasahi wajah cantik Luna "nyonya... Anda baik baik saja? " Eva terkejut melihat Luna menangis jadi dia bertanya dengan sedikit ragu "Ah?! Aku baik baik saja, hanya... Hanya mataku kemasukan debu" Luna terkejut dan berusaha menyangkal 'Ada apa dengan bibi Luna sebenarnya? ' Aristia menatap Luna dan bertanya dalam hatinya apa yang sedang terjadi tapi tentu saja tidak ada jawaban seperti biasanya
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN