Part 3

1099 Kata
Setelah percobaan pembunuhan yang dialami oleh Aristia diistana Glassis (istana tempat Aristia sebelumnya) , Aristia kecil dipindahkan keistana putri mahkota yaitu istana awan. 'ini sudah dua hari setelah percobaan pembunuhan itu dan si ayah gil* itu belum muncul lagi. Tapi sebelum itu..... sebenarnya ini dimana ya? Seingat ku saat itu aku tertidur digendongan ibu Luna dan itupun dikamar ku dan saat bangun semuanya berubah, aku akui warna biru muda dan cream adalah kesukaan ku sejak dulu dan kamar ini lebih besar dan mewah dibandingkan sebelumnya tapi..... Tolong jangan katakan bahwa aku ada diistana utama??' 'uh sebenarnya orang orang ada dimana? Inilah rasanya memiliki tubuh yang utuh tapi tidak dapat dikendalikan sesuai keinginan ?' Seperti biasanya Aristia hanya akan memandang langit langit dari buaian bayinya menunggu seseorang membawanya pergi "Pagi ini sangat cerah kan~~ tuan putri ~. Bagaimana kalau kita pergi keluar untuk jalan jalan? " Eva langsung tiba tiba muncul didepan Aristia ya mau tidak mau sebagai 'bayi kecil' Aristia sedikit terkejut Puk ''tunggu sampai tuan putri berusia lima atau enam bulan baru kita membawanya keluar" Luna memukul ringan kepala Eva dan menasehati gadis kecil itu "memangnya kenapa? Sekarang kan tuan putri sudah berusia tiga bulan lalu apa masalahnya jika sesekali keluar istana? " Eva balik bertanya dengan tampang polos yang bisa dibilang sangat lucu "tidak ada apa apa hanya saja ini akan memasuki musim panas jadi sebaiknya kita lebih memperhatikan tuan putri karena biasanya bayi itu akan sedikit merasa tidak nyaman disetiap perubahan musim" Luna menjelaskan dengan sabar pada Eva sambil memberi makan Aristia "wow... nyonya benar benar seperti seorang ibu sungguhan" Eva langsung saja menganggumi Luna lebih dari sebelumnya 'Dasar orang orang dewasa setiap hari kerjanya menggosip. Kalau aku memiliki ibu dikehidupanku sebelumnya, apa dia juga akan seperhatian ibu Luna? Huhf..' "wah tuan putri juga makannya lahap hari ini" Eva kembali heboh padahal kan hanya hal sepele dan memang sudah seharusnya bagitu "tuan putri sekarang waktunya mandi" Setelah makan dan mandi, seperti kebiasaan bayi pada umumnya yaitu tidur~~ begitu juga dengan Aristia kecil Luna membiarkan jendela kamar Aristia terbuka untuk membiarkan cahaya masuk kedalam kamar dan hal ini dimanfaatkan oleh seseorang untuk menyelinap masuk dan orang itu tidak lain dan tidak bukan adalah salah satu sahabat baik Kenzo sekaligus perdana menteri kekaisaran Diamond Agrea, Georgio Perzia. "Benar benar seperti malaikat yang sangat cantik tapi kenapa harus mirip dengan b*jing*n itu sih?!" "Hey.. Hey... Yuhu~~" Georgio terus menerus menoel noel pipi gembul Aristia dan mengoceh sendiri 'Siapa sih? Memangnya tidak melihat bahwa bayi kecil ini sedang tidur?! Ibu luna tolong ada paman mesum disini ?' "tuan Perzia, sedang apa dikamar tuan putri? " Eva yang memang tidak memiliki terlalu banyak pekerjaan dan biasanya hanya akan mengawasi Aristia jadi sangat kebetulan saat Eva masuk, dia melihat Georgio sedang berada dikamar Aristia lebih tepatnya berada di samping buaian bayi Aristia " ekhem.. Aku baru saja kembali dari wilayah Agrea timur dan akan menemui kaisar tapi sepertinya aku tersesat jadi kalau begitu gadis kecil aku permisi dulu " Georgio dengan santainya membuat alasan konyol tapi lebih konyol lagi Eva yang mempercayai alasan itu 'apa apaan paman mesum itu?! Eva!! Kamu ditipu!! Ditipu??' Aristia masih berpura pura tidur tapi hatinya sangat tidak tenang mendengar kekonyolan beberapa orang tadi "hufh.. Untung saja tuan putri tidak terbangun, nyonya Luna juga sedang menerima tamu dari kerajaan Parzelion bersama kaisar jadi jika tuan putri bangun hanya ada aku sendiri pelayan pribadi tuan putri dan parahnya aku tidak akan tau apa yang akan aku lakukan?" Eva melirik kedalam buaian bayi dan melihat Aristia yang masih 'tertidur' dan menghela nafas lega 'Kerajaan Parzelion berarti keluarga ibu luna atau mungkin keluarga kerajaan ya sampai ayah harus menyambut mereka secara langsung? ' Setelah mendengar penuturan Eva yang secara tidak sengaja tadi membuat Aristia tidak bisa tidak memikirkan kerajaan Parzelion ini tapi tetap saja Aristia kecil kembali tertidur walaupun dia tidak ingin ------ Istana Diamond, istana utama sekaligus ruang tahkta dan tempat menerima tamu. "Ayah, apa ada masalah dikerajaan Parzelion hingga ayah datang kemari? " Luna bertanya dengan khawatir setelah mengetahui bahwa yang datang mewakili kerajaan Parzelion adalah ayahnya Grand Duke of seera, Xieran Seera. "tidak ada apa apa yang terjadi. Aku datang kemari bukan sebagai Grand duke of Seera tapi sebagai seorang ayah dan juga kakek yang merindukan putri dan cucunya" Xieran Seera adalah seorang pria paruh baya yang penampilan dan usianya sangat berbeda jauh. Jika tuan Xieran dikatakan kakak dari nyonya Luna itu bisa dipercaya karena wajahnya yang tidak menunjukan jejak pria paruh baya. Memang ya penampilan seseorang itu adalah pengaruh dari gen bawaan mereka.. "aku sangat sibuk untuk mendengarkan reunian keluarga yang membosankan seperti ini jadi jika kakek tidak memiliki hal yang penting, aku akan kembali mengerjakan pekerjaan ku" Kenzo dengan sangat tidak sopannya langsung beranjak untuk pergi dari tempat itu Memang saat tidak ada orang lain, Kenzo akan memanggil nyonya Luna dengan sebutan bibi begitu juga dengan tuan Xieran yang merupakan kakek kandung Kenzo. "anak mu itu dari wanita itu bukan? Wanita yang tidak tau terimakasih setelah dibiarkan hidup dan sekarang meninggalkan seorang anak bahkan untuk anak dari wanita itu, putri ku yang tinggal satu satunya melepaskan masa depannya yang cerah untuk merawat anak itu. Kenapa tidak kamu lenyapkan saja anak itu?" Saat Kenzo hendak mencapai pintu keluar, Xieran dengan tidak tau malunya mengatakan kata kata yang penuh kejijikan "pembunuh dua hari yang lalu adalah suruhan mu bukan tuan Xieran? Dengar baik baik aku sanggup membunuh ayah kandung ku demi mengambil alih tahkta ini jadi aku juga bisa membunuh seorang Grand Duke dari kerajaan kecil seperti mu, walaupun kamu ayah dari wanita yang disebut ibu itu tapi bagi ku memanggil mu kakek hanya sebuah formalitas jadi jangan lewati batasan mu" Blam Setelah mengatakan kata kata yang lebih kejam, Kenzo langsung membanting pintu dan menghilang dibalik pintu yang tertutup itu "kurang ajar! Dasar b*jing*n tengik" Setelah Kenzo pergi, Xieran langsung saja memaki maki tidak jelas "huhf... Ini wilayahnya Kenzo, walaupun kakeknya juga tetap harus menghormati dia sebagai kaisar" Luna menatap ayahnya sambil menggelengkan kepalanya "ayah, tolong bersikaplah sebagaimana sikap seorang bangsawan. Aku akan mengingatkan ayah bahwa kak Francia menjadi seorang ratu bukan karena keinginannya bahkan melahirkan Kenzo juga bukan keinginannya, itu semua hanya untuk menaikan status ayah dan kerajaan Parzelion saja jadi jika suatu hari Kenzo menghancurkan ayah dan karajaan Parzelion itu bukan urusan ku karena aku akan mendukung penuh keputusan Kenzo" Luna langsung saja menggaris garis pembatas yang jelas diantara Xieran dan dirinya lalu pergi meninggalkan pria itu sendirian.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN