Pertemuan

1005 Kata

Di sebuah rumah tua seorang perempuan muda berbaju terusan hingga setengah kaki atas sedang menyapu halaman. Lengan yang tak tertutup memperlihatkan kemulusan kulit perempuan bernama Dea. Daun-daun yang berguguran dikumpulkan menjadi satu sebelum api membakar habis menjadi abu. Alat angkut digunakan untuk menyingkirkan sisa pembakaran ke sebuah cekungan tanah. Sebuah mobil datang mengunjungi rumah tersebut. Pintu dibuka, keluar seorang yang memiliki simbol di tangan, Lag Legan. "Maaf, tolong panggilkan pacarmu," kata Lag Legan. "Pacar? Siapa maksud Anda?" tanya Dea yang tak tahu maksud perkataan Lag Legan. "Hai Lag, ayo ke sini," kata seorang bermata merah, Mataragu. Beranjak Lag Legan melangkah menuju ke tempat Mataragu duduk. Di sana dia duduk di kursi kosong dekat temannya. "Dea, t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN