Terbaring Sakit

1010 Kata

Kasur empuk menjadi tempat berbaring bagi Kimina. Sedikit ingatan yang masih dikenang. Terakhir yang ada membekas di dalam memori ingatan dia sedang berlari menuju ke sang kakak sebelum akhirnya tumbang. Setelah itu dia sudah tak ingat apa-apa. Mata dibuka, disekitar dipenuhi dengan lelaki dengan wajah penuh hawa nafsu. Dia ingin lari dari tempat tersebut tapi tak bisa. Tangan dan kaki terikat dengan sangat erat hingga dia tak bisa bergerak. Para lelaki itu datang mendekat. "Hei, apa yang kalian lakukan?" tanya Kimina. "Sudah jelaskan, buat anak bersama denganmu," kata seorang lelaki. Sedikit demi sedikit pakaian Kimina dibuka. "Aku mohon jangan tiduri aku," pinta Kimina sambil menangis. Air mata keluar begitu deras. *** Terdengar suara tangisan dari arah. Kazaro segera bangkit dari t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN