Tiada lagi sisa preman yang hidup. Hal ini membuat para sopir bersorak gembira. Tombol klakson ditekan sebagai bentuk rasa suka cita telah terbebas dari pemerasan yang meresahkan selama ini. Namun kegembiraan itu hanya berlangsung sebentar saja. Silau rambut biru membuat mereka berhenti bersuara lagi. Keheningan kembali menyelimuti tempat itu. Ice Able hanya bisa memandangi saja. Tiada sedikit pun rasa curiga. Kedatangan si kembar berambut biru membuat senang ketua pemuda yang ternyata masih hidup. Bergegas dia berlari menuju ke si kembar tersebut. Dia pun berkata, "Syukurlah Bos sudah datang. Mereka yang membasmi anak buah kita." Bukan rasa kasih sayang yang diterima. Malah kaki kanan yang keluar dari belahan rok hitam menendang pria tersebut. Luka di perut bertambah parah, dia pun dibu

