Histeria dari seorang anak buah mata satu memudahkan Dae untuk mencari orang yang tersisa. Setiap lorong dilihat dari jauh. Saat sepi senyap maka dilihat lorong berikutnya. Terlihat hanya tiga orang yang masih berdiri. Dua buah golok disiapkan dengan menyilang. Kuda-kuda telah dipersiapkan. Hendak dia melakukankan sebuah serangan pamungkas, tapi Mataragu keluar dari sebuah tembok. Serangan dari Mataragu mengenai leher seorang anak buah mata satu. Dua orang tergelatak di satu tempat yang sama. Darah mulai membasahi tempat itu. Dua orang tersisa melakukan serangan balasan tapi Mataragu telah berpindah dengan menembus salah satu antara mereka. Datanglah Dae dengan kecepatan tinggi. Dua buang golok membentuk sebuah gunting besar. Kepala salah satu dari anak buah mata satu telah berpisah dari

