Degup jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya, kala ia merasakan sepasang tangan kekar Bryan mengangkat tubuhnya seperti karung beras. Namun, bukan hal ini saja yang membuat Stella berdebar-debar. Ia takut kalau sosok lain dari suaminya akan melakukan hal intim lagi seperti saat pertama kali mereka melakukannya. Maxime yang kasar dan sangat hyper di atas ranjang, sampai membuat Stella kesakitan sampai miliknya robek, harus dijahit. Stella tidak mau sampai hal itu terjadi lagi kepadanya. Jika yang melakukannya adalah Bryan. Mungkin pria itu tidak akan sampai melukainya seperti ini. Akan tetapi, Maxime berbeda dari sikap Bryan. Perbedaan itu bisa dilihat dari bagaimana raut wajahnya dan didengar dari nada bicaranya. "Apa yang kau lakukan Maxime?" "Oh ... jadi kau sudah tahu namaku?"

